Rabu, 24 Oktober 2012

Definisi Pemuda


Definisi Pemuda


Berbagai definisi berkibar akan makna kata pemuda. Baik ditinjau dari fisik maupun phisikis akan siapa yang pantas disebut pemuda serta pertanyaan apakah pemuda itu identik dengan semangat atau usia. Terlebih kaitannya dengan makna hari Sumpah Pemuda.

Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.

Sedangkan dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa “after age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services”

Definisi yang berbeda ditunjukkan oleh Alquran.
Dalam kaidah bahasa Qurani pemuda atau yang disebut “asy-syabab”didefinisikan dalam ungkapan sifat dan sikap seperti:

1. berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang (berani) melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Se­sungguhnya dia termasuk orang orang yang zalim, Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang (berani) mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS.Al­-Anbiya, 21:59-60).

2. memiliki standar moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam dengan perkataan. Seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua).“Kami ceritakan kisah me­reka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda.pe­muda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah­kan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka mengatakan: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, se­sungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14).

3. seorang yang tidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Seperti digambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai kepertemuan dua buah lautan; atau aku akan ber­jalan sampai bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60).

Jadi pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb. Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMUDA

Berdasarkan letaknya yang berada di antara akhir masa remaja sampai akhir dewasa awal, maka pemuda memiliki ciri-ciri yang secara positif dan negatif sebagai berikut:
1. Kemampuan koginitifnya sudah penuh, hal ini tercermin dari kemampuan pemuda dalam mengetahui dan memahami suatu persoalan yang pada akhirnya dapat membentuk sikap pemuda terhadap permasalahan yang dihadapinya,
2. Kematangan emosional, bahwa pemuda dengan dilandasi kemampuan berpikirnya dapat mengendalikan dan menempatkan emosinya dalam menghadapi permasalahan.
3. Fungsi reproduksinya meningkat, sejalan dengan perkem¬bangan biologis seorang pemuda adalah kelompok manusia yang lebih siap untuk menikah dan memiliki keturunan.
4. Banyak masalah, bahwa pemuda memang kaya akan ide-ide, dan ide ini sendiri dilandasi oleh nilai-nilai ideal. Namun tidak semua ide dan keinginan tersebut dapat terwujud karena kondisi di masyarakat sulit sekali mewujudkan nilai ideal tersebut.
5. Keterasingan sosial, kemampuannya untuk berpikir ideal dan tidak memihak acapkali mendorong pemuda pada keadaan yang terasing dari lingkungan sosial
6. Rasa tanggung jawab yang tinggi, hal ini dilandasi keinginan untuk mewujudkan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Akibatnya segala sesuatu yang dikerjakan, dilakukannya secara bertanggung jawab.
7. Kreatif dan inovatif, hal ini berkaitan dengan penciptaan ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi.
8. Ketergantungan dengan generasi yang lebih tua, hal ini dilandasi kenyataan pemuda itu masih kurang akan pengalaman dan pengalaman itu adanya pada generasi yang lebih tua.

Pemuda sebagai suatu kategori sosial harus didefinisikan secara tegas, bukan sekedar “yang berjiwa muda.” Hal ini akan menyebabkan penyalahgunaan secara politis atau pengatas¬namaan pemuda sehingga aspirasi mereka sebagai suatu kelompok usia terwakili. Pengembangan kepemudaan harus dilakukan .secara “incor¬porated” melibatkan semua potensi bangsa secara menyeluruh sehingga terdapat suatu konsistensi secara nasional (big push).


APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PEMUDA

Pemuda memiliki semangat untuk berubah dan kemampuan untuk melakukan perubahan. Hal ini yang menjadi peran paling penting dari pemuda. Jika kita melihat kembali sejarah Indonesia, kita akan melihat begitu dominannya peran pemuda dalam melakukan perubahan. Dimulai dari kebangkitan nasional 100 tahun silam, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, lahir dan tumbangnya orde baru serta lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan.
Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yang memiliki daya magis yang sangat kuat sehingga membuat gentar orang yang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatan dalam iklim status quo. Kekuatannya begitu besar hingga dapat menggerakkan kinerja seseorang menjadi lebih produktif. Keinginan akan suatu perubahan melahir sosok pribadi yang berjiwa optimis. Optimis bahwa hari depan pasti lebih baik. (artikel.blogdrive.com)
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun bangsa ini menderita karena kezaliman para pemimpinnya. Sudah cukup lama bangsa Indonesia mengalami Krisis multidimensional. Mulai dari ekonomi, moneter, hukum, moral dan masih banyak lagi.
Indonesia yang notabenenya Negara tropis maritim kaya raya menempati peringkat IPM (indeks pembangunan masyarakat) 109 dari 174 negara . ini sudah menjadi fakta bahwa indonesia membutuhkan perubahan. Indonesia harus menjadi barisan Negara-negara maju di dunia dimana keadilan dan kesejahteraan menjadi bagian tak terpisahkan. Angka kemiskinan harus ditekan seminimal mungkin begitupula dengan angka pengangguran. Korupsi harus diberantas, supremasi hukum harus ditegakkan. Isu-isu negative tidak boleh lagi terdengar di Indonesia, lingkungan, social, politik dan pendidikan. Dan satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah perbaikan moral khususnya para pemuda Indonesia.


KONDISI PEMUDA INDONESIA SAAT INI

Problematika pemuda yang terbentang di hadapan kita sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, serba instant, dan tercabut dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial. (rumahzakat.org)
Sehingga muncul pertanyaan, apakah masih relevan pemuda dikataka sebagai agen perubahan di masa saat ini? tentu saja jawabannya adalah ya!masih ada pemuda-pemuda Indonesia yang peduli dengan bangsanya. Tinggal bagaimana caranya agar pemuda lainnya bisa turut berkontribusi untuk perubahan bangsa Indonesia.
Dalam konteks internasional, kepemudaan (youth) merupakan isu sekaligus problematika global karena menyentuh tataran nilai sosial dan budaya masyarakat hampir di seluruh belahan bumi ini. Masalah kepemudaan pun telah berkembang sebagai wacana global dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir. Pembahasannya cenderung menempati posisi strategis dalam berbagai agenda pertemuan berskala bilateral, regional dan multilateral.
Keprihatinan terhadap kondisi pemuda saat ini harus tetap diprihatinkan tanpa mengabaikan perubahan itu sendiri. Karena suatu perubahan tidak perlu menunggu orang banyak. Dia akan bergulir dengan sendirinya bersama para pemuda yang teguh dengan komitmennya untuk perubahan.

Sumber :

Tawuran

Tawuran antar warga

        Tawuran adalah suatu proses saling menyerang atau berkelahi yang dilakukan secara berkelompok dan terjadi antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya karena adanya suatu permasalahan. Tawuran tidak mengenal usia, mereka yang terlibat dalam tawuran bisa saja remaja, orang dewasa, atau bahkan anak-anak dibawah umur. Tawuran yang paling umum terjadi adalah tawuran dikalangan sekolah atau tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, antar supporter sepakbola, dan tawuran antar warga dan pihak berwajib.

          Dikalangan masyarakat pun sangat umum terjadi tawuran dan biasanya tawuran antar warga ini yang melibatkan anak-anak dibawah umur yang awalnya mereka hanya ikut-ikutan saja. Sebabnya terjadi karena adanya satu permasalahan antara dua orang dan masalah tersebut dibesar-besarkan sehingga pecahlah tawuran antar warga. Tawuran pun bisa terjadi antara warga dan pihak berwajib, biasanya masalah dari tawuran ini adalah karena penggusuran lahan. Para warga merasa mempunyai hak atas tanah yangmereka tempati dan begitu juga dengan pihak yang berwajib, mereka merasa mempunyai hak yang sama seperti warga.

          Tawuran sebenarnya tidak perlu terjadi jika saja setiap ada permasalahan dapat kita selesaikan secara baik-baik dengan pikiran yang dingin, karena tawuran hanya meninggalkan kerugian, sebab saat tawuran itu berlangsung pasti ada saja korban dan rusaknya fasilitas umum.



Solusi terhadap kasus tawuran antar warga

       Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Pemasangan pagar pembatas yang tinggi sebagaimana dilakukan di Matraman tidak juga membawa hasil. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. Oleh karena tawuran warga sudah menjadi tradisi, maka salah satu cara mengatasi masalah ini adalah melakukan rehabilitasi sosial atau perubahan budaya.

             Penyelesaian dengan cara ini tidak hanya dengan melakukan training atau out bound belaka, namun harus ditindaklanjuti oleh sebuah program yang terintegrasi. Para warga harus disadarkan tentang kondisi mereka sekarang yang tidak normal itu dan menanyakan kondisi apa yang mereka inginkan. Dari sanalah kita dapat mengetahui apa saja kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi dan hal ini akan menjadi budaya baru mereka. Saya yakin budaya baru tersebut dambaan semua warga yang bertikai, namun budaya tersebut tidak pernah muncul karena pewarisan dendam dan perasaan was-was akan diserang oleh pihak musuh.

            Walaupun demikian perubahan budaya yang saya maksud tidak dapat dicapai hasilnya dalam jangka waktu yang pendek. Sebagai program jangka pendek harus dilakukan penindakan secara tegas siapa-siapa saja otak tawuran dan polisi harus memberikan perhatian yang serius terhadap beberapa tempat yang memiliki potensi tawuran yang besar. tidak boleh dilupakan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi warga setempat terutama para pemuda adalah langkah yang dapat dilakukan dan hal ini adalah kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya.



Saran

            Dari sekarang masyarakat harus sadar akan pentingnya peran mereka dalam membentuk lingkungan yang kondusif.
               Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri, dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menunutun dan adanya sistem penanganan yang lebih tepat apabila diketemukan tawuran pelajar.




Faktor penyebab tawuran

Faktor Internal
o            Kurangnya pendidikan agama
Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya pendidikan agama.  Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian, tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia.
o            Pengaruh teman
Faktor lainnya yang ini masih masuk faktor internal adalah lingkungan pergaulan yang jelek.
Faktor Eksternal
o            Kurangnya perhatian orang tua.
Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Jadinya, tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek, akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal.
o            Faktor ekonomi
Biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah ke bawah. Disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahia. Karena di antara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan.
Cara Mencegah Tawuran
o            Bekali diri dengan pengetahuan agama sebanyak-banyaknya.
o            Pengawasan orang Tua
o            Mengikuti kegiatan tambahan di sekolah/ kampus
o            Jangan mudah terprovokasi
o            Pengawasan sekolah/ kampus

Kamis, 11 Oktober 2012

Definisi Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Pengertian Individu, Keluarga dan Masyarakat 

1) Pengertian Individu 

      Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. 
        Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun. 
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama 

2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan 

3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. 

4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat 

2) Pengertian Keluarga 

         Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasrat atau nafsu berkuasa. 
            Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik , ekonomi dan keluarga. 
            Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masing anggotanya. 

3) Pengertian Masyarakat 

           Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. 
           Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Ada beberapa pengertian masyarakat : 
a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan 

b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama. 

c. Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial. 

d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi 

e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya. 

f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut 

        Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. 


KELUARGA IDEAL 

        Tujuan hidup seseorang pastinya menikah dengan orang yang dikasihinya. Tetapi sebelum menikah, penting dilakukan untuk melakukan perencanaan pernikahan. Pasalnya, dengan perencanaan tersebut tentunya akan dapat membentuk keluarga ideal. Untuk mencapai keluarga ideal, ada delapan fungsi yang harus dipahami oleh tiap pasangan yang akan menikah. Diantaranya, fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, dan fungsi ekonomi. "Keluarga ideal harus melalui ketahanan keluarga. Sehingga sebelum menikah penting melakukan perencanaan baik dari segi mental maupun kesehatan. Dengan family planning ini pun diharapkan dapat menekan angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). dalam menciptakan keluarga sehat tentunya harus menerapkan gaya hidup sehat. Seperti, menikah diatas usia 17 tahun, mengikuti pemeriksaan dan imunisasi sebelum menikah. "Tiap pasangan harus memahami dulu arti dan maksud tujuannya menikah. Dalam hal kesehatan, tentunya kesehatan lingkungan dan reproduksi harus diperhatikan. Hidup harus direncanakan, begitu juga dengan membentuk keluarga dengan gaya hidup sehat. Penjelasan di atas adalah perencanaan membentuk keluarga ideal menurut saya. Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga: 
1. Keluarga Inti Anggota keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak disebut keluarga inti. 

2. Keluarga Luas Jika dalam satu rumah terdapat banyak keluarga yang anggota keluarganya bukan dari keluarga inti ada anggota keluarga lain misalnya kakek, nenek, paman, bibi dan keponakan karena mereka tinggal di bawah satu atap makan minum bersama maka semua dikatakan suatu keluarga gabung atau keluarga luas. Keluarga inti atau keluarga gabung jika hidup makan bersama dari dapur yang sama maka keluarga tersebut disebut rumah tangga 

3. Kedudukan Anggota Keluarga 
      • Ayah mempunyai kedudukan sebagai kepala keluarga. Kepala keluarga, artinya pemimpin dalam keluarga. 
      • Ibu Kedudukan ibu sebagai ibu rumah tangga dalam sebuah keluarga. Ibu juga sebagai wakil ayah di rumah. 
         • Anak Kedudukan anak dalam sebuah keluarga adalah sebagai anggota keluarga. 

4. Peran Anggota Keluarga 
Anggota keluarga mempunyai peranan masing masing, yaitu: 
• Ayah Kedudukan ayah sebagai pemimpin keluarga, memiliki peran dalam memenuhi kesejahteraan anggota keluarganya. Oleh karena itu, ayah pergi bekerja untuk mencari nafkah. 
• Ibu Sebagai wakil ayah di rumah,Peran ibu mengatur dan mengurus rumah tangga. Ibu juga bisa mencari nafkah tambahan, membimbing, merawat, mengasuh dan mendidik anak-anak hingga mencapai usia dewasa. 
• Anak adalah anggota keluarga, Sebagai anggota keluarga seorang anak berperan dalam menyenangkan hati orang tuanya, membantu orang tua, mematuhi nasihat orang tua dan menjaga harta benda jika orang tua tidak di rumah. Misalnya, belajar dengan giat dan membantu meringankan pekerjaan orangtua.


HUBUNGAN PERMASALAHAN DALAM KELUARGA DI MASYARAKAT 

       Hubungan Permasalahan dalam Kehidupan Masyarakat Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidup, masalah terjadi karena kesalahan kita sendiri, masalah yang timbul karena orang lain atau memang sudah saatnya menghadapi masalah. 

1. Masalah Dalam Percintaan (Hati) 
  • Baru mengalami Jatuh Cinta 
  • Ada masalah dalam Hubungan Pacaran mungkin masalah Sakit Hati karena Cinta Semua itu sering dialami dan pasti bakal terjadi dalam sebuah hubungan asmara 
  • Antara suami-istri 
  • Masalah antara orang tua dan anaknya 
  • Masalah dengan saudara dalam keluarga 
2. Masalah Dalam Keluarga 
  • Antara suami-istri 
  • Masalah antara orang tua dan anaknya 
  • Masalah dengan saudara dalam keluarga 
3. Masalah di Sekolah 
  • Masalah dengan Guru 
  • Masalah dengan teman di sekolah 
  • Masalah pembayaran uang sekolah 
  • Masalah percintaan juga waktu disekolah 
4. Masalah Dalam Pekerjaan 
  • Dengan atasan di tempat bekerja 
  • Dengan rekan kerja Masalah 
  • Di PHK “Putus Hubungan Kerja” 
Contoh Kasus Permasalahan yang Terjadi dalam Keluarga

Polisi Tangkap Pemerkosa Anak Dibawah Umur 

Pemerkosan Anak di bawah umur kembali terjadi. Kali itu musibah itu menimpa Kenanga, 12 tahun, bukan nama sebenarnya di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Pemerkosaan yang sudah empat kali terjadi itu, baru dilaporkan korbannya setelah dia tidak diberi uang untuk membeli mie instan oleh tersangka, Jumat (12/5) malam. Junawan, 21 tahun, tersangka kasus pemerkosaan ini mengaku telah memperkosa Kenanga sejak April lalu. Dia merasa tergoda ketika menonton TV bersama di rumahnya. Kebetulan, Kenanga tinggal satu atap dengan Junawan. Orangtua Kenanga mengontrak rumah di lantai satu, milik orang tua Junawan. Dan, Keluarga Junawan tinggal di lantai atas. Keluarga itu juga menggunakan akses keluar masuk melewati rumah di lantai satu itu. Menurut Junawan, pemerkosaan biasa dilakukan sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 siang. Karena pada saat itu rumah dalam keadaan sepi. Orang tua Kenanga sedang bekerja. Begitu pula dengan orang tua Junawan yang berdagang daging pergi ke pasar, sedangkan dua adiknya sekolah. “Pada awalnya dia (korban) memberontak, tetapi selanjutnya tidak. Saya selalu mengancamnya bila berani mengadu,” ujar Junawan. Seusai melakukan pemerkosaan, Junawan selalu memberikan uang kepada Kenanga Rp 10 ribu. Jumat kemarin, kata Junawan, Kenanga minta uang kepadanya untuk membeli mie instan. Karena tak diberi, Kenanga mengadukan perbuatan Junawan kepada orang tuanya. Orang tua Kenanga melaporkan kasus itu ke polisi. Petugas Polsek Cengkareng menangkap Junawan dini hari ini di rumahnya. Kini pemuda pengangguran itu mendekam di sel tahanan Polsek Cengkareng. 

Comment :
Dari contoh kasus diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kasus tersebut dapat dilakukan melalui 3 penyelesaiannya : 
1. Sosialisasi sex edukasi yang baik dan benar sesuai dengan umurnya. Tujuanya agar anak-anak yang masih didalam pengawasan orang tuanya mengerti dengan baik bahwa ada organ-organ sensitive mereka yang harus dijaga dengan baik. 

2. Bimbingan dan kasih sayang orang tua. Tekanan ekonomi atau ketidak dekatan kasih sayang dari keluarga bias menjadi factor pemicu si anak mencari pelampiasan lain. 

3. Bimbingan atau konseling dari pihak professional. Dimaksudkan apabila sudah terjadi pemerkosa akan mendapatkan hukuman agar menimbulkan efek jera selain itu juga konseling dari pihak professional seperti psikolog untuk membantu proses pembenahan mental.

Minggu, 10 Juni 2012

Sunda Land

Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta Menurut Teori Antropologi, Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Proto Melayu adalah ras Mongoloid, diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500-1500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan. Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara. Proto Melayu dan Sundaland Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh pada sekitar tahun 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu), semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya Keluarga Nabi Nuh beserta pengikutnya. Sekelompok pengikut Nabi Nuh yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland menjadi sebuah Pusat Peradaban, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis. Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam). Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu. Teori Out of Sundaland Keberadaan Peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Aryso Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias. Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi. Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi. Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008). Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland. Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu. Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note : mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya. Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber : mail-archive). Peta Sebaran Gen di Asia Tenggara, diambil dari L. Jin et. al Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM, datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu. Teori Migrasi Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M. Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara, pada abad 1 Masehi), sebagai berikut : “Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling putera Datuk Banda putera Nesan” Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda berdiam di Langkasungka India. Dari penyelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi “Migrasi Deutero Melayu”, ditemukan Panembahan Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M). Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber : (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?). Di kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem, yang bernama Pohaci Larasati. Sumber: http://kanzunqalam.wordpress.com/2011/03/09/sejarah-melayu-teori-sundaland-dan-naskah-wangsakerta/

Minggu, 03 Juni 2012

Fenomena Budaya

Valentine sebagai Fenomena Budaya Oleh: Yswitopr | 14 February 2011 | 12:13 WIB 14 Februari dikenal sebagai hari kasih sayang. Entah kapan persisnya perayaan ini mulai mendunia. Ada banyak versi tentang asal muasal valentine. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang. Kekaisaran Romawi yang sedang berada dalam masa peperangan untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan mereka merekrut banyak pemuda untuk dilatih menjadi tentara. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah. Atas situasi seperti ini, Valentine tergerak untuk melakukan sesuatu. Secara diam-diam, pasangan-pasangan muda yang saling jatuh cinta itu dikumpulkan. Pasangan-pasangan itu mendapatkan renungan dari Valentina. Bahkan, Valentine memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati. Atas peristiwa ini dan kisah mukjizat yang terjadi melalui perantaraan Valentine ketika sedang berada dipenjara [kesembuhan Julia, anak sipir penjara, dari kebutaannya] Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine pada tahun 496. Kebetulan, pada tanggal 14 Februari, bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Mereka memasukkan nama ke dalam satu wadah. Mereka mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi. Demikian berjalan terus menerus setiap tahunnya. Atas praktek ini, Gereja bertindak. Perayaan Romawi kuno ini dibabtis dan diambil alih dengan diberi makna baru. Mulai saat itulah, perayaan 14 Februari berubah makna, dari upacara seksual menjadi perayaan kasih sayang dan menjadi festival tahunan. Dalam festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Tradisi romawi kuno yang telah diberi makna berbeda oleh Gereja ini terus berkembang. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat, dan permen. Ketika zaman terus berkembang, praktek merayakan hari kasih sayang inipun terus berkembang. Ketika surat sudah dianggap tidak lagi praktis, muncullah kartu valentine. Kartu valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipamerkan di British Museum. Di Amerika, Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an. Ketika zaman terus berubah, penggunaan kartu ucapan pun ikut tergerus. Kini, ucapan melalui foto atau sms lebih ngetrend di kalangan masyarakat. Berbagai jejaring sosial juga banyak digunakan untuk mengungkapkan perhatian dan kasih sayang kepada saudara, keluarga, atau sahabat. Simbol yang terus bertahan adalah penggunaan bunga mawar dan coklat untuk mengungkapkan kasih sayang. Atas perayaan hari kasih sayang itu ada banyak tanggapan, entah menerima atau menolak. Penolakan-penolakan atas hari kasih sayang ini beraneka ragam. Ada sekelompok anak muda yang melakukan demo menentang perayaan hari kasih sayang. Ada pula yang menyebarkan slogan Sukseskan Gerakan Anti Perayaan Valentine di berbagai jejaring sosial. Salah satu alasan yang sering saya temukan adalah karena perayaan itu bisa menghancurkan aqidah. Rasa saya, pernyataan ini bisa ya atau bisa juga tidak. Semua ini tergantung dari mana kita memandangnya. Ketika sebuah perayaan, apa pun itu, ketika sudah diterima oleh masyarakat secara luas maka perayaan itu pasti akan diberi pemaknaan baru. Bahkan, sejarah mula yang melatarbelakangi perayaan itu pun sudah dilupakan atau bahkan tidak dipedulikan lagi. Dengan demikian, perayaan itu [termasuk perayaan hari kasih sayang] sudah menjadi sebuah budaya baru dan pemaknaannya. Perayaan itu tidak lagi menajdi eksklusif miliki orang per orang atau lembaga tertentu. Perayaan itu sudah dianggap sebagai milik bersama. Fenomena inilah yang menurut saya semakin lama semakin menghilang. Fenomena yang saya maksudkan adalah tercerabutnya budaya masyarakat. Berbagai budaya yang berkembang dicabut dari akarnya dan dikembalikan ekpada bentuk semula. Padahal budaya-budaya itu telah melalui proses yang panjang dan berliku serta terus mendapatkan pemaknaannya. Misalnya: merayakan valentine adalah tindakan musrik dan membahayakan aqidah karena berasal dari budaya romawi kuno. Tanggapan ini tidak salah karena sejarahnya memang demikian. Namun, perayaan valentine itu telah mengalami perubahan yang luar biasa seiring perkembangan zaman. Ini sudah abad modern, bukan lagi zaman romawi kuno. Ketika valentine menjadi pengingat bagi manusia untuk mengasihi dan menyayangi [suami kepada istrinya, orangtua kepada anaknya, dan seseorang kepada yang lain] dimana letak salahnya? Memang, dalam prakteknya ada penyelewengan. Perayaan hari kasih sayang disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan nafsu. Namun, ada banyak orang yang merayakan hari kasih sayang itu dengan tulus. Ada banyak orang yang menggunakan hari itu sebagai penanda dan sekaligus menjadi saat pembaharuan ikrar kasih yang telah sekian lama terjalin. Ini tentu menjadi tanda bahwa perayaan valentine telah menjadi sebuah fenomena budaya yang sama seali tidak ada kaitannya dengan ratusan tahun yang lalu. Kini, hari kasih sayang telah mendapatkan pemaknaan baru yang bisa diterima oleh setiap orang yang berpikiran luas. Saya kadang merindukan masa kecil. Pada masa kecil itu, perayaan lebaran sungguh menjadi sebuah perayaan bersama seluruh masyarakat. Tidak pandang agamanya apa, semua bersilaturahmi dari rumah ke rumah dan saling bermaaf-maafan. Yang Muslim berkunjung kepada tetangganya yang non Muslim dan sebaliknya. Sama sekali tidak ada yang mempersoalkan ini tradisi dari mana. Situasi ini justru semakin menumbuhkan dan mengakarkan makna persaudaraan sejati. Kini? Sumber : http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2011/02/14/valentine-sebagai-fenomena-budaya/

Sabtu, 14 April 2012

Pesan Moral kura-kura dan kelinci

Di suatu masa di suatu dimensi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai
siapa yang lebih cepat.

Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci
melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di
belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi,
"Ah, gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari
lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon (gak di atas pohon karena kelinci gak
bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.

Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu
lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.

Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya

Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan
(Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu
percaya diri, ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue
kalah" pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini
loe... Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini
pasti gue yang menang" .

Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?"

Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan
kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. Beneran juga, kelinci
yang menang; Sumpeh dehhhhhhhh.

Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon.

Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan
bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci
adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang
kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"

Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang
bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen
kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.

"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci.

Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih
gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci
mencari jalan menyebrangi sungai.

Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur
berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

Moral : ketahuilah. jikalau punya kemampuan janganlah terlalu sombong,
karena kadang keadaan sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan kita.

Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan
bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita
bareng-bareng."

Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe
tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi
sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish.
Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.

Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma
karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .

Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon.
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan .
6. Perbedaan bukanlah suatu kendala untuk bekerja sama. meskipun ada perbedaan, namun kita tetap bisa saling bekerja sama; dan justru terkadang dengan adanya perbedaan itulah muncul suatu kebaikan / keuntungan bersama.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/?koleksi-artikel-utk-semua

Minggu, 01 April 2012

Penyebab terjadinya perubahan kebudayaan

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Budaya Indonesia ?

Seiring dengan kemajuan zaman serta teknologi yang canggih, Indonesia bangkit menjadi negara berkembang yang semakin lama semakin tumbuh menjadi negara maju dan ini merupakan salah satu perkembangan zaman yang sangat cepat yang sering disebut dalam bahasa sosiologi sebagai REVOLUSI seperti dalam al-qur’an yang terdapat dalam surat yaasin (‘’wassyamsu tajrii limustaqarrillaha dzaalika taqdiirul azizi al-‘aliem’’)yang artinya ‘’ dan matahari berjalan di tempat peredarannya demikianlah ketetapan yang maha perkasa lagi maha mengetahui’’(Q.S. Yaasin: 38) Hilangnya budaya indonesia secara bertahap di akibatkan karena adanya perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat, faktor yang terjadi dalam masyarakat maupun luar masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dapat berupa penemuan baru, atau pertentangan dari masyarakat itu sendiri. Faktor yang berasal dari luar masyarakat dapat berupa adanya pengaruh budaya dari masyarakat lainnya.

Menurut Soejono Soekanto (1990: 326-328) perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:
1) Sistem pendidikan formal yang maju.
2) Sikap menghargai hasil karya orang lain dan berkeinginan untuk maju.
3) Sistem yang terbuka dalam lapisan masyarakat.
4) Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyiimpang.
5) Ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu yang terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan kejenuhan.
6) Penduduk yang heterogen adalah masyaarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar kebudayaan yang berbeda beda dan ideologi yang berbeda pula.

Sumber : http://khaeylbgt.multiply.com/journal/item/3?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem